Ketika menerawang titik waktu pada jidadmu wahai kekasih
Kutemukan segantang cinta yang tak kuingini
Jika kuhentak lekuk sujudku hanya untuk menabur rindu
Sungguh, aku telah menggelepar pada rahsa yang ingin kubuang
Lalu pada waktu yang tak sama,
Membuang benci adalah ceritamu kala berseteru dengan malam
Lalu kau simpul kembali warna kita menjadi kelabu
Sungguh, kasih aku tak mencintaimu karena engkau lebih
Larutku bersama jelaga yang kau bungkus dengan kesucian
dan, aku adalah cintamu begitulah katamu
Monday, April 07, 2008
Wednesday, November 01, 2006
DARI SHACHREE UNTUK SANTRI
Waduh, pada mulanya aku hanya akan menyapamu lewat pena, mata dan mulut, tapi Tuhan mempertemukan kita pada layar imaji. Selamat datang para sahabat yang ingin menuju kebebesan berekspresi dalam tulis menulis.....Kita bersama-sama yuk....
Subscribe to:
Posts (Atom)