Ketika menerawang titik waktu pada jidadmu wahai kekasih
Kutemukan segantang cinta yang tak kuingini
Jika kuhentak lekuk sujudku hanya untuk menabur rindu
Sungguh, aku telah menggelepar pada rahsa yang ingin kubuang
Lalu pada waktu yang tak sama,
Membuang benci adalah ceritamu kala berseteru dengan malam
Lalu kau simpul kembali warna kita menjadi kelabu
Sungguh, kasih aku tak mencintaimu karena engkau lebih
Larutku bersama jelaga yang kau bungkus dengan kesucian
dan, aku adalah cintamu begitulah katamu
Monday, April 07, 2008
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment